SPONTAN

Jumat, Maret 27, 2009

Tragedi Situ Gintung

Lokasi Komp. Cirendeu Permai
Cirendeu 27 Maret 2009, Luas Situ Gitung sekitar 21 hektare dengan debit air hingga satu juta meter kubik dan tanggul tidak mampu menahan maka pada Jumat dinihari air menerjang dengan deras bak tsunami. Warga di Kp. Gintung Rt.04/08 mengatakan aliran yang sangat deras dan cepat menerjang rumah penduduk dan tidak bisa menyelamatkan barang2 berharga. "Boro boro barang, nyawa selamat dah bersyukur" kata Etty yang mengontrak didaerah Kp. Gintung. Aku mencoba menyusuri tempat terjadinya musibah di Rt. 01 Rw.08 Kp. Poncol, dan Rt.03-04 Rw.08 Kp. Gintung rumah2 di bantaran kali hampir seluruhnya rata, bahkan alat transportasi terlihat berceceran dimana-mana karena terseret oleh air bah. Dan bangunan rumah loteng tampak bekas airnya....aku sampai bengong dengan ketinggian air saat menerjang rumah hingga 4 meteran. Dengan bekal Canon 400d, aku mengabadikan peristiwa memilukan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Update data korban per 02 Apr 09, 100 tewas ( kemungkinan bisa bertambah )


warga membersihkan lumpur






Tim Sar dari TNI, Polri dan Komunitas Universitas Muhammadiyah Jakarta diturunkan untuk mengevakuasi korban.
Korban berjatuhan mulai dari anak2, lansia dan orang dewasa ( diantaranya mahasiswi UMJ yang kontrakannya diterjang air)









Kampus UMJ dokumen hilang dan rusak oleh air, kerusakan yang terjadi masih belum diketahui kerugiannya.
Lokasi ini adalah bekas bangunan yang dikontrakkan dan sebagian penghuninya ditemukan meninggal.



pemilik motor vespa ini
masih belum ditemukan hingga Jumat sore.


Warna coklat di tembok rumah tingkat tampak bekas air yang menerjang






















barang barang setelah terendam oleh lumpur

















pemakaman juga menjadi sasaran luapan tanggul



READ MORE - Tragedi Situ Gintung

Selasa, Maret 03, 2009

GULALI

Makanan ini sudah mulai langka kita temui apalagi di Jakarta, biasanya penjualnya suka mangkal di depan sekolahan SD. Kebetulan aku menjumpai di daerah Cilincing Jakarta Utara.
Jadi ingat waktu kecil ya....


READ MORE - GULALI

Sabtu, Februari 21, 2009

Rawa Kepa terbakar lagi


Genap satu tahun Rawa Kepa terbakar lagi, kebakaran itu menimpa pemukiman penduduk.




Gambar bawah: Kebakaran 14 Januari 2008 pkl. 13.22 WIB

Gambar atas: Kebakaran 18 Februari 2009 pkl.19.25 WIB


Lokasi kebakaran di belakang SPBU Tomang Rawa Kepa menimpa 4 RT, yaitu RW.12 : RT.1 & 2 serta RW.13 : Rt.4 & 8.

Mobil pemadam kesulitan untuk masuk ke lokasi kebakaran yang jaraknya sekitar 200 meter, karena sedang ada proyek Banjir Kanal Barat


Lalulintas jadi tersendat karena banyak pengendara motor yang nonton dari jembatan Tomang


220 KK menjadi korban kebakaran di atas lahan 200 kali 120 meter ini. Pengurus RW setempat kemudian memusatkan pengungsian di SMP 286 dan Masjid Baiturahman, Kepa Raya. Kebakaran yang melanda wilayah Rawa Kepa, Tomang berasal dari korsleting listrik arus bawah.



Gambar bawah: Kebakaran 14 Januari 2008 pkl. 13.22 WIB, di Rawa Kepa RW.14

Gambar bawah: warga diseberang sungai takut rumahnya terbakar karena bara yang terbawa oleh angin yang kencang


READ MORE - Rawa Kepa terbakar lagi

Kamis, Februari 05, 2009

SONORA - KONSER 3 G KOES PLUS


foto: bram-sonora
Jakarta 31 Januari 2009,
Sebelum Koes Plus tampil, Yon Koeswoyo menerima Penghargaan Tertinggi Musik Indonesia dari Radio Sonora dan Menpora Adhyaksa Dault untuk personel Koes Plus asli seperti Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo, Murry, dan almarhum Tonny Koeswoyo yang diberikan kepada Damon Koeswoyo atas kontribusinya dalam menanamkan rasa cinta tanah air lewat musik dan lagu-lagunya.
foto: bram-sonora

Jakarta – Konser Sang Legenda. Kiprah Koes Bersaudara dan Koes Plus sebagai kelompok musik terkemuka patut diacungi jempol. Sejak 1960-an hingga kini, pelantun lagu Nusantara itu tak pernah mati.Koes Plus, selama empat dasawarsa telah memberikan pengaruh besar terhadap lintasan sejarah berkembangnya musik pop Indonesia. Secara tak langsung, mereka telah menjadi pelopor grup musik yang membawakan lagu karyanya sendiri. Mereka sebagai pelopor akulturasi musik tradisional Indonesia terhadap musik dunia.Karena itulah, Yon Koeswoyo saat ditemui di Citywalk Sudirman Jakarta, Kamis (22/1), mengatakan, bangga dengan rencana radio Sonora Jakarta menggelar 'Konser 3 Generasi' di Balai Sarbini Plasa Semanggi, Jakarta, Jumat (31/1) 2009.Tiga generasi itu, kata Yon, adalah T-Koes (baca ti-kus) yang personilnya anak usia di bawah 12 tahun. Mereka itu, Jaru (lead guitar/keyboard/vocal), Gali (ritem gitar/vocal), Jim (bas/vocal), dan Buggy (drum/vocal).Nama T-Koes sendiri terinspirasi dari nama Tonny Koeswoyo, punggawa musik dari grup legendaris Koes Plus. Generasi ketiga yang masih belia ini juga sering disebut tiruan Koes Plus, turunan Koes Plus, dan titisan Koes Plus.Formasi T-Koes ini persis seperti Koes Plus. Mereka tiga bersaudara dan satu dari keluarga lain. Posisi mereka juga sama dengan grup legendaris ini, Yon, Yok, dan Murry. Beberapa pecinta Koes Plus yang sempat menyaksikan, T-Koes adalah penerus atau reinkarnasi Koes Plus.Sementara Grup Junior, anggotanya adalah anak-anak kandung Koes Plus. Damon (anak Tonny), David (anak Yon), Rico (anak Murry), dan Eriek. Hingga ini Junior yang debut pertamanya Bujangan pada 1997 meraih sukses besar, masih eksis dan berhasil show ke beberapa daerah.Tentang Koes Plus. Tanpa komentar, grup gaek ini tetap mampu 'menyihir' ribuan penonton di setiap penampilannya hingga kini. Meski tinggal satu orang pemain aslinya, yaitu Yon tapi nama Koes Plus tetap berkibardi berbagai ragam acara musik.Pada konser nanti, Yon “memerankan” dirinya sendiri. Kemudian dibantu tiga pemain muda, yakni, Danang sebagai Tonny, Soni sebagai Yok, dan Seno sebagai Murry. “Konser ini mengingatkan saya dengan teman-teman yang sudah dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Yon lirih.Sementara perbedaan Koes Plus dulu dan sekarang, menggunakan nama 'Pembaruan' di belakang namanya. Jadi Koes Plus Pembaruan.Sementara Ketua Panitia Konser 3 Generasi, Oky Adrian mengatakan, pagelaran bakal dikemas dalam bentuk dramatical, di mana tiga grup band akan tampil dengan kostum ala 70-an. Format tampilan continuesly antara pembawa acara, video screen serta tiga grup tersebut."Mereka akan bermain dengan tiga set band equipment yang berbada dan dengan repertoar lagu yang berbeda pula tentunya," ujar Oky.Main frame acara ini akan dibuat seolah siaran program Koes Plus di Radio Sonora Jakarta yang sejak 2006 menggelar program acara bertajuk 'Hobby di 'Radio Sonora Jakarta'. Bahasannya tentang komunitas penggemar Koes Plus.Konser ini sebagai bentuk kepedulian tentang perlunya pelestarian musik karya anak bangsa sebagai bagian dari seni dan budaya Indoensia yang senantiasa berkembang. “Makanya, ini bisa sebagai hiburan dan melepas kerinduan terhadap grup legendaris Koes Plus," jelas Oky. (ary)

SUMBER : SURABAYA POST

READ MORE - SONORA - KONSER 3 G KOES PLUS